Ini rahasia mengapa BJ Habibie bisa sukses
Saya
berikan sebuah rialita yang menjadi inspirasi bagi dunia dan juga buat kita
pastinya kawan, di balik kelemahan ada sebuah kekuatan yang sangat luar biasa, dibalik ketidak mampuan
masih ada tuhan yang akan membimbingnya, tekad yang kuat, hasrat yang besar
itulah jalan sendirinya. Terlalu lama tertidur akan memperlambat kita menjadi
hakekat manusia, sialahkan kawan - kawan simak dan renungkan kisah inspirasi
ini, mungkin akan menumbuhkan jiwa kawan kawan untuk menjadi manusia yang
kreatif ataupun inovatif……Pasti BISA!!!!!!!!!
Habibie dan Prabowo di Jerman. ©2013
merdeka.com/handout/prabowo
Sejak berumur lima tahun
silam, Bacharuddin
Jusuf Habibie kerap terpesona jika melihat karya manusia.
Entah itu alat transportasi seperti sepeda, mobil, sampai prasarana
transportasi seperti jembatan dan sebagainya. Diam-diam dalam benaknya selalu
bertanya-tanya mengapa, sebab, dan bagaimana bisa terjadi. Pertanyaan itu terus
meneror kesadarannya, hingga mendorong dirinya menjadi manusia dengan rasa
keingintahuan yang tinggi.
Dia kerap bertanya tentang apapun di luar sepengetahuannya. Kepada siapa pun di dekatnya, dia selalu bertanya. Hingga tiba saat ayahnya mulai bosan pada hobi bertanya Habibie. Akhirnya ayahnya membelikan buku. Dari sanalah jawaban atas berbagai pertanyaan dijelajahinya.
Dia kerap bertanya tentang apapun di luar sepengetahuannya. Kepada siapa pun di dekatnya, dia selalu bertanya. Hingga tiba saat ayahnya mulai bosan pada hobi bertanya Habibie. Akhirnya ayahnya membelikan buku. Dari sanalah jawaban atas berbagai pertanyaan dijelajahinya.
Namun
pertanyaan-pertanyaan akhirnya berkembang menjadi kompleks dan meningkat
jumlahnya. Sehingga kebiasaan saya bertanya sudah sampai pada tingkat
mengganggu kesibukan orang tua dan guru saya, kenang BJ Habibie seperti dikutip
dari buku Biografi Bacharuddin Jusuf Habibie; Dari Ilmuwan ke Negarawan sampao
Minandito, A Makmur Makka.
BJ
Habibie terpaksa mencari sendiri jawabannya dalam buku. Kebiasaan yang demikian
menjadikan saya sebagai kutu buku. Akibatnya dia sering menghabiskan waktu
untuk menyendiri untuk terus beranalisis, tak berhenti berpikir.
Untuk
mendapatkan jawaban yang memuaskan, saya selalu didampingi oleh guru pribadi
yang setia, yaitu otak saya! Ibu, ayah, keluarga, guru sekolah, guru besar di
universitas, para ilmuwan, dan sebagainya saya anggap sebagai pembantu guru
pribadi saya saja, ucapnya.
Bukan
hanya kebiasaan bertanya, Habibie berani konsisten dalam memanajemen waktunya.
Dia hanya membutuhkan waktu untuk tidur sebanyak lima jam saja. Sedangkan
waktunya dua jam dipergunakan untuk salat. Satu setengah jam untuk rutinitas
membaca Yasin dan Tahlil. Kemudian dua jam untuk berenang dan mandi. Sedangkan
tiga jam dihabiskan untuk makan. Tiga jam lainnya ia manfaatkan untuk
berbincang dengan para tamunya. Sehingga sisanya sebanyak tujuh setengah jam,
dipergunakannya untuk membaca atau menulis.
Selain
itu, BJ Habibie selalu mengingatkan bahwa kekuatan rantai ditentukan oleh
keunggulan mata rantai terlemah. Kesimpulannya ialah, kualitas suatu produk
ditentukan oleh mutu tiap detail. Sebab kualitas karya dan kualitas kerja
ditentukan oleh kualitas rinci. Maka dari itu berpikirlah secara rinci dan
positif. Di sisi lain BJ Habibie selalu ingin menjadi pribadi kreatif dan inovatif.
Inilah
kawan ternyata dibalik kesuksesan dari seorang BJ Habibi ternyata tersimpan
tabir pertanyan dalam benaknya, dari pertanyaan tersebut di realitakan sehingga
dapat menghasilkan sebuah karya, yang setiap saat menjadi buah bibir bagi
masyarakat yang mengenalnya.
OKE
SOBAT BAGAIMANA DENGAN ANDA???? APAKAH HARI INI TERSIMPAN SEBUAH PERTANYAAN
ATAU TERSIMPAN SEBUAH RENCANA YANG MATANG?????? SILAHKAN RIALITAKAN JANGAN
SAMAPI HANYA MENJADI KENANGAN YANG TERLUPAKAN!!!!!!!


EmoticonEmoticon