Monday, 25 July 2016

Ini rahasia mengapa BJ Habibie bisa sukses

            Saya berikan sebuah rialita yang menjadi inspirasi bagi dunia dan juga buat kita pastinya kawan, di balik kelemahan ada sebuah kekuatan yang  sangat luar biasa, dibalik ketidak mampuan masih ada tuhan yang akan membimbingnya, tekad yang kuat, hasrat yang besar itulah jalan sendirinya. Terlalu lama tertidur akan memperlambat kita menjadi hakekat manusia, sialahkan kawan - kawan simak dan renungkan kisah inspirasi ini, mungkin akan menumbuhkan jiwa kawan kawan untuk menjadi manusia yang kreatif ataupun inovatif……Pasti BISA!!!!!!!!!



Habibie dan Prabowo di Jerman. ©2013 merdeka.com/handout/prabowo
 Sejak berumur lima tahun silam, Bacharuddin Jusuf Habibie kerap terpesona jika melihat karya manusia. Entah itu alat transportasi seperti sepeda, mobil, sampai prasarana transportasi seperti jembatan dan sebagainya. Diam-diam dalam benaknya selalu bertanya-tanya mengapa, sebab, dan bagaimana bisa terjadi. Pertanyaan itu terus meneror kesadarannya, hingga mendorong dirinya menjadi manusia dengan rasa keingintahuan yang tinggi.
Dia kerap bertanya tentang apapun di luar sepengetahuannya. Kepada siapa pun di dekatnya, dia selalu bertanya. Hingga tiba saat ayahnya mulai bosan pada hobi bertanya Habibie. Akhirnya ayahnya membelikan buku. Dari sanalah jawaban atas berbagai pertanyaan dijelajahinya.

Namun pertanyaan-pertanyaan akhirnya berkembang menjadi kompleks dan meningkat jumlahnya. Sehingga kebiasaan saya bertanya sudah sampai pada tingkat mengganggu kesibukan orang tua dan guru saya, kenang BJ Habibie seperti dikutip dari buku Biografi Bacharuddin Jusuf Habibie; Dari Ilmuwan ke Negarawan sampao Minandito, A Makmur Makka.
BJ Habibie terpaksa mencari sendiri jawabannya dalam buku. Kebiasaan yang demikian menjadikan saya sebagai kutu buku. Akibatnya dia sering menghabiskan waktu untuk menyendiri untuk terus beranalisis, tak berhenti berpikir.

Untuk mendapatkan jawaban yang memuaskan, saya selalu didampingi oleh guru pribadi yang setia, yaitu otak saya! Ibu, ayah, keluarga, guru sekolah, guru besar di universitas, para ilmuwan, dan sebagainya saya anggap sebagai pembantu guru pribadi saya saja, ucapnya.
Bukan hanya kebiasaan bertanya, Habibie berani konsisten dalam memanajemen waktunya. Dia hanya membutuhkan waktu untuk tidur sebanyak lima jam saja. Sedangkan waktunya dua jam dipergunakan untuk salat. Satu setengah jam untuk rutinitas membaca Yasin dan Tahlil. Kemudian dua jam untuk berenang dan mandi. Sedangkan tiga jam dihabiskan untuk makan. Tiga jam lainnya ia manfaatkan untuk berbincang dengan para tamunya. Sehingga sisanya sebanyak tujuh setengah jam, dipergunakannya untuk membaca atau menulis.
Selain itu, BJ Habibie selalu mengingatkan bahwa kekuatan rantai ditentukan oleh keunggulan mata rantai terlemah. Kesimpulannya ialah, kualitas suatu produk ditentukan oleh mutu tiap detail. Sebab kualitas karya dan kualitas kerja ditentukan oleh kualitas rinci. Maka dari itu berpikirlah secara rinci dan positif. Di sisi lain BJ Habibie selalu ingin menjadi pribadi kreatif dan inovatif.
Inilah kawan ternyata dibalik kesuksesan dari seorang BJ Habibi ternyata tersimpan tabir pertanyan dalam benaknya, dari pertanyaan tersebut di realitakan sehingga dapat menghasilkan sebuah karya, yang setiap saat menjadi buah bibir bagi masyarakat yang mengenalnya.

OKE SOBAT BAGAIMANA DENGAN ANDA???? APAKAH HARI INI TERSIMPAN SEBUAH PERTANYAAN ATAU TERSIMPAN SEBUAH RENCANA YANG MATANG?????? SILAHKAN RIALITAKAN JANGAN SAMAPI HANYA MENJADI KENANGAN YANG TERLUPAKAN!!!!!!!


EmoticonEmoticon