Eco Family Shoes, UMKM Sepatu Ramah
Lingkungan
Ahmad Yasin, seorang pengusaha sepatu asal Bandung yang
mengusung tema pembuatan sepatu untuk keluarga dengan berbahan dasar ramah
lingkungan. Foto: Istimewa
-
Mendengar produk yang
mengusung prinsip ramah lingkungan, mungkin belum begitu familiar di Indonesia.
Namun, seorang pemuda asal Bandung, Jawa Barat (Jabar), Ahmad Yasin membuktikan
bahwa produk ramah lingkungan buatan tangannya mampu merambah pasar
domestik.
Ahmad Yasin, seorang pengusaha sepatu asal Bandung yang
mengusung tema pembuatan sepatu untuk keluarga dengan berbahan dasar ramah
lingkungan dan diberi nama Konstinopel-Eco Family Shoes. Usaha berbasis UMKM
ini berdiri sejak pertengahan 2014 dengan konsep awal yakni sepatu khusus
wanita dan pria. Namun, dengan perkembangannya, pasar justru lebih banyak yang
memesan untuk keluarga agar anak-anak juga bisa memakai dan semuanya dibuat
dengan proses handmade."Jadi, awalnya memang bukan sepatu untuk keluarga.
Tapi karena permintaan, jadi akhirnya kita memutuskan untuk membuat sepatu satu
set untuk keluarga. Jadi, anaknya juga bisa pakai. Konsep ramah lingkungan di
sepatu keluargaini kita usung karena kita 100% handmade, kedua material yang
digunakan kita pakai serat-serat alam contohnya 100% kapas atau katun, serat
rami, kemudian serat sabut kelapa," kata Yasin kepada Sindonews, Jakarta,
Senin (4/7/2016). Karena, lanjut dia, mengusung 100% bahan Indonesia dan
handmade itulah maka Konstinopel berani menggunakan tag line Eco-Family Shoes.
Namun, meski lebih banyak menggunakan bahan dari alam, sepatu ini cukup
terjangkau harganya.
Dari modal awal Rp7 juta yang berasal dari tabungan sendiri,
Yasin menjual produknya di kisaran harga Rp80 ribu sampai Rp180 ribu dan untuk
dewasa dikenakan harga mulai Rp250 ke atas hingga yang paling mahal merupakan
sepatu wanita dengan harga Rp1 juta. "Kalau yang Rp1 juta itu sepatu
wanita tapi dari sutera. Itu yang paling mahal," kata dia.
Range harga yang ditawarkan ke pasar tersebut, Yasin bisa meraup
untung hingga puluhan juta rupiah per bulan. Bahkan, Lebaran tahun ini
keuntungannya sudah mencapai Rp50 juta. "Alhamdulilah kalau Lebaran
sekarang kita sudah bisa untung sampai Rp50 juta. Padahal, pegawai di sini cuma
lima orang yang membuat sepatu handmade," ujarnya. Kondisi ini jelas
berbeda dengan tahun lalu karena di tahun lalu, produknya masih dalam tahap
pengenalan ke pasar, jadi untung yang diraup juga tak terlalu banyak. Selain
itu, kendala dalam proses pemasaran juga ikut menghambat tahun lalu. "Karena,
kan kita awalnya mencari pasar, itu dalam usaha memang yang tersulit. Kita
mengikuti kemauan pasar, kemudian kita buat. Kalau dari segi bahan baku Insya
Allah enggak ada yang menghambat," tutur Yasin. Untuk pemasarannya,
pihaknya memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan usahanya serta
mengembangkannya dengan membuka outlet di Bandung tepatnya di Dipati Ukur. "Kita,
untuk pemasaran mencoba ke online dulu. Tapi kita tetap buka toko untuk
mengenalkan masyarakat yang tidak bermain media sosial. Setelah itu, saya punya
mimpi untuk produk saya dikenal hingga ke mancanegara karena biasanya
orang-oprang di negara maju lebih bisa menghargai produk-produk yang ramah
lingkungan," pungkasnya. Bagi yang ingin berkenalan dengan sepatu atau
family shoes ramah lingkungan ini, bisa membuka Facebook dengan keywords
Konstinopel Foot Wear dan Instagram dengan keywords Konstinopel.
Gimana sobat beliau menjadi orang sukses bukanlah harus dari
sesuatu hal yang mahal ataupun barang yang sulit dicari, ternyata Bapak Ahmad Yasin mampu meraup keuntungan
besar dari hal yang sepele, mampu mengantarkan dirinya menjadi pengusaha yangs
sukses, sampai pasarnya tidak hanya Domistik namun juga Manca Negara Woooowoooo…ini sangat luar biasa
dari keuletan dari perhatian terhadap lingkungan Emmmmm pandainya menangkap
peluang akhirnya kesuksesanlah yang di capai, BERSAKIT SAKIT DAHULU BERENANG
KETEPIAN BERSAKIT – SAKIT DAHULU BARU PANEN KEMUDIAN HEEEHEHEE OK OK OK
SOBAT!!!!!!!
EmoticonEmoticon